<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lentera ARA</title>
	<atom:link href="http://lenteraara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lenteraara.wordpress.com</link>
	<description>Keluarga Kecil yang Penuh dengan Kebahagian dan Berkah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Jan 2012 04:41:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lenteraara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lentera ARA</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lenteraara.wordpress.com/osd.xml" title="Lentera ARA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lenteraara.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Janda Luar Biasa dan Paling Mahal Maharnya</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/11/16/janda-luar-biasa-dan-paling-mahal-maharnya/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/11/16/janda-luar-biasa-dan-paling-mahal-maharnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 03:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terlintas benak Anda bila bertemu dengan seorang janda cantik, menggiurkan, cerdas, perilakunya baik, dan ia sedang mencari pendamping hidup? Jika Anda seorang laki-laki, maka ‘naluri kelaki-lakian’ Anda akan bangkit. Anda akan do everything for getting her. Jika Anda seorang wanita, pastilah Anda mengacungkan jempol untuknya dan banyak belajar darinya. Saya akan kisahkan tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=208&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terlintas benak Anda bila bertemu dengan seorang janda cantik, menggiurkan, cerdas, perilakunya baik, dan ia sedang mencari pendamping hidup? Jika Anda seorang laki-laki, maka ‘naluri kelaki-lakian’ Anda akan bangkit. Anda akan do everything for getting her.</p>
<p>Jika Anda seorang wanita, pastilah Anda mengacungkan jempol untuknya dan banyak belajar darinya. Saya akan kisahkan tentang seorang janda luar biasa ini, yang bahan-bahan utamanya saya ambil dari kitab Siyar A‘lam an-Nubala (terbitan Mesir) karya Imam az-Zahabi dan kitab Suwar min Hayat as-Shahabah (terbitan Mesir) karya Dr. Abdurrahman Ra’fat Pasya, di samping kitab-kitab sirah lainnya.</p>
<p>Begini kisahnya. Di zaman Rasulullah saw. ada seorang janda cantik yang ditinggal mati suaminya. Namanya Rumaysha binti Milhan an-Najjariyyah, yang biasa dipanggil dengan sebutan Ummu Sulaim. Anda masih ingat dengan Anas radhiyallahu anhu, yang senantiasa melayani keperluan Rasulullah saw.? Ya, Anas adalah anak Ummu Sulaim. Ketika tersebar berita bahwa Ummu Sulaim menjadi janda, banyak lelaki ingin bersanding hidup dengannya. Lelaki mana yang tidak mendambakan wanita seperti Ummu Sulaim? Ummu Sulaim adalah tipe wanita yang memiliki inner-beauty: bukan hanya cantik wajahnya, namun baik pula perilakunya dan cerdas pula akalnya.</p>
<p>Salah satu lelaki yang berhasrat dengan Ummu Sulaim adalah Zayd bin Sahl an-Najjari, yang biasa dipanggil dengan sebutan Abu Thalhah. Abu Thalhah adalah seorang lelaki terhormat, gentle, dan kaya. Dengan kelebihannya itu ia berniat melamar Ummu Sulaim, dan ia yakin tidak akan ada lelaki lain yang bisa mengungguli kelebihannya itu. Maka, berangkatlah Abu Thalhah menuju rumah Ummu Sulaim. Dalam perjalanan, Abu Thalhah teringat bahwa Ummu Sulaim sudah mengikuti agama Muhammad (masuk Islam) berkat dakwah Mush‘ab bin Umayr. ‘Tapi, apa urusannya denganku? Bukankah mantan suaminya mati dalam keadaan mengikuti agama nenek moyangnya, tidak masuk Islam?’, begitu kata hati Abu Thalhah. Maklum, Abu Thalhah adalah seorang non-Muslim.</p>
<p><span id="more-208"></span>Ketika Abu Thalhah sampai di depan rumah Ummu Sulaim, ia minta izin untuk dibukakan pintu. Ia dizinkan masuk. Saat itu, di dalam rumah Ummu Sulaim, ada Anas. Maka, tanpa basa-basi panjang, Abu Thalhah mengutarakan maksud kedatangannya. Setelah mendengar maksud kedatangan Abu Thalhah, Ummu Sulaim berkata, ‘Wahai Abu Thalhah, orang sepertimu tidak akan ditolak lamarannya. Tapi, saya tidak bersedia kawin denganmu, karena engkau masih kafir’. Mendengar jawaban Ummu Sulaim, Abu Thalhah menduga bahwa Ummu Sulaim hanya ‘cari-cari alasan’ saja, padahal ia tahu bahwa Abu Thalhah adalah lelaki kaya dan disegani masyarakat. Abu Thalhah berkata, ‘Wahai Ummu Sulaim, apakah ini yang membuatmu menolak lamaranku?’. Ummu Sulaim berkata, ‘Memangnya apa, kalau begitu?’. ‘Yang kuning dan putih… emas dan perak…’, jawab Abu Thalhah sambil memperlihatkan barang-barang tersebut. ‘Maksudmu, emas dan perak?’, kata Ummu Sulaim. ‘Ya’, jawab Abu Thalhah. Ummu Sulaim berkata, ‘Bukan itu… bukan itu… Wahai Abu Thalhah, sungguh aku bersaksi kepadamu dan bersaksi kepada Allah dan rasul-Nya, seandainya engkau mau masuk Islam maka aku rela menjadi istrimu, tanpa perlu engkau beri emas dan perak. Jika engkau masuk Islam, maka itulah maharku untukmu’. Ummu Sulaim tahu bahwa selama ini Abu Thalhah menyimpan berhala di rumahnya, yang terbuat dari kayu antik. Setiap hari Abu Thalhah menyembah berhala ini, sebagaimana dilakukan oleh para pembesar lainnya. Ummu Sulaim menggunakan kesempatan baik ini untuk mengajak Abu Thalhah masuk Islam. Ummu Sulaim memang cerdas! Lalu Ummu Sulaim berkata, ‘Wahai Abu Thalhah, bukankah engkau tahu bahwa tuhanmu yang engkau sembah selama ini adalah sesuatu yang tumbuh di atas bumi?’ ‘Tentu saja aku tahu’, jawab Abu Thalhah. Ummu Sulaim berkata, ‘Apakah engkau tidak merasa bahwa tuhan yang selama ini engkau sembah dijadikan kayu bakar oleh orang lain, yang apinya dipakai untuk menghangatkan badan atau untuk membuat roti? Wahai Abu Thalhah, kalau engkau bersedia masuk Islam, maka aku rela menjadi istrimu. Aku tidak membutuhkan mahar lain selain engkau masuk Islam’. ‘Siapa yang akan menuntun aku masuk Islam?’, tanya Abu Thalhah. ‘Aku yang akan menuntunmu’, jawab Ummu Sulaim. ‘Bagaimana caranya?’, tanya Abu Thalhah penasaran. Ummu Sulaim berkata, ‘Mudah saja. Engkau cukup mengatakan kalimat engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Setelah itu, engkau pulang ke rumahmu, engkau hancurkan semua berhala yang ada di rumahmu, lalu engkau lemparkan semuanya keluar’.</p>
<p>Mendengar opsi yang ditawarkan Ummu Sulaim, maka Abu Thalhah senang bukan kepalang. Lalu ia berkata, ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya’. Abu Thalhah mengucapkan syahadat. Ia masuk Islam. Lalu, sesuai dengan syarat yang ditawarkan Ummu Sulaim, ia mengawini Ummu Sulaim. Sejak saat itu, Abu Thalhah menjadi orang yang ber-khidmat untuk agama Islam. Kisah lamaran Abu Thalhah kepada Ummu Sulaim menjadi buah-bibir. Sampai-sampai banyak orang berkata, ‘Tidak pernah kami dengar ada mahar yang lebih mulia dibanding maharnya Ummu Sulaim, karena maharnya adalah Islam’. Rumahtangga yang dijalani Ummu Sulaim dan Abu Thalhah adalah rumahtangga yang penuh keberkahan.</p>
<p>Anda ingin tahu bagaimana romantika rumahtangga Ummu Sulaim dan Abu Thalhah?</p>
<p>Ummu Sulaim bukan hanya cantik dan cerdas, namun ia wanita pemberani. Tercatat ia pernah ikut perang Hunayn dan Uhud. Dua perang ini adalah perang besar. Pada saat perang Hunayn, senjata Ummu Sulaim adalah pisau belati.</p>
<p>Bermaksud menggoda Ummu Sulaim, Abu Thalhah, sang suami, melapor kepada Rasulullah saw., ‘Wahai Rasulullah, Ummu Sulaim mau ikut perang juga, tapi senjatanya pisau belati doang’. Ummu Sulaim menimpali gurauan suaminya, ‘Wahai Rasulullah, jika ada orang kafir mendekatiku, maka aku robek perutnya dengan pisau ini’.</p>
<p>Itulah Ummu Sulaim… Anas (anaknya Ummu Sulaim) pernah berkata, ‘Rasulullah saw. tidak pernah qaylulah (tidur siang) di beranda rumah orang lain, kecuali di beranda rumah Ummu Sulaim. Jika beliau ditanya alasannya, beliau menjawab, ‘Sesungguhnya aku menaruh perhatian padanya, karena saudaranya terbunuh waktu ikut perang bersamaku’. Saudara Ummu Sulaim yang dimaksud Rasulullah saw. adalah Haram bin Milhan, yang tidak lain adalah pamannya Anas. Qaylulah adalah tradisi orang Arab saat itu. Sebelum datang waktu Zuhur, orang Arab bangun dari qaylulah-nya. Jadi, qaylulah hanya beberapa saat saja. Paling banter sekitar 1 jam lebih sedikit.</p>
<p>Ummu Sulaim pernah membuat ‘ulah’ kepada Rasulullah saw. Suatu hari Rasulullah qaylulah di beranda rumah Ummu Sulaim. Saat beliau tidur, Ummu Sulaim melihat Rasulullah mengeluarkan keringat. Buru-buru ia mengambil wadah untuk menampung tetesan keringat beliau. Tiba-tiba Rasulullah terbangun. Melihat ulah Ummu Sulaim yang sedikit nyeleneh, beliau berkata, ‘Apa-apaan ini, wahai Ummu Sulaim? Apa yang sedang engkau lakukan?’. Dengan ringan Ummu Sulaim menjawab, ‘Saya sedang menampung keringatmu yang menetes ketika engkau tidur. Nanti, tetesan keringat itu aku oplos (campur) dengan parfumku’.</p>
<p>Rasulullah saw. tidak berkomentar apa-apa dengan ulah Ummu Sulaim.  Apa yang dilakukan Ummu Sulaim tentu saja beralasan, sebab luar-dalam diri Rasulullah saw. mengandung keberkahan. Dan, Ummu Sulaim tahu tentang itu. Bukan hanya soal tetesan keringat, di lain waktu Ummu Sulaim juga berulah. Pada saat Rasulullah saw. melakukan haji wada‘ bersama ratusan ribu ummatnya, Rasulullah menggunduli rambutnya di Mina. Beberapa lembar rambut Rasulullah yang terjatuh dipungut oleh Abu Thalhah. Setelah itu, Abu Thalhah memberikan rambut tersebut kepada Ummu Sulaim. Mendapatkan ‘harta’ yang tak ternilai ini, Ummu Sulaim langsung menyimpan rambut tersebut di tempat-uangnya (kalau zaman sekarang: dompet). Apa yang dilakukan Ummu Sulaim terhadap tetesan keringat dan rambut Rasulullah, disebut tabaruk (mengambil-berkah). Bukan hanya Ummu Sulaim, banyak para sahabat lain juga melakukan tabaruk. Ada yang tabaruk dengan bekas air wudhu yang dipakai Rasulullah. Ada yang tabaruk dengan sentuhan-kulit. Ada yang tabaruk dengan pakaian. Ada yang tabaruk dengan tanah pusara Rasulullah. Bahkan, Ibnu Hisyam dalam Sirah-nya menceritakan para sahabat yang melakukan tabaruk dengan air ludah Rasulullah.</p>
<p>Itu bukan tindakan heritis (bid‘ah), apalagi syirik. Itulah yang namanya cinta… Abu Thalhah, Ummu Sulaim, dan Anas nampaknya adalah sebuah keluarga yang disukai Rasulullah saw. Bisa jadi, karena sifat mereka yang polos, tidak berpura-pura, dan ekspresi cintanya kepada Rasulullah saw. tidak dibuat-buat.</p>
<p>Suatu hari, anak Ummu Sulaim sakit dan akhirnya meninggal dunia. Pada saat itu, Abu Thalhah sedang keluar rumah. Ketika Ummu Sulaim melihat bahwa anaknya sudah meninggal, ia segera mengurusnya (memandikan dan mengafaninya) dan membaringkannya di sebuah sudut rumahnya. Ketika Abu Thalhah datang, Ummu Sulaim menyambut sang suami dengan sukacita. Ia menyiapkan makan malam untuk suaminya. Sambil dinner bersama, sang suami bertanya, ‘Bagaimana kabar si buyung, anak kita?’ Ummu Sulaim menjawab, ‘Ia sudah tenang dan aku berharap ia menemukan kedamaian’. Mendengar jawaban Ummu Sulaim, Abu Thalhah menjadi tenang. Ia berpikir bahwa anaknya sudah sembuh dari sakitnya.</p>
<p>Padahal… Subhanallah… Inilah kehebatan Ummu Sulaim. Ketika suaminya pulang ke rumah dalam keadaan lelah dengan segala kepenatan yang dialaminya di luar rumah, Ummu Sulaim tidak mau membebani pikiran suaminya dengan kematian anaknya. Ia memberikan waktu kepada sang suami untuk mengistirahatkan fisik dan mentalnya. Bukan hanya itu. Bahkan, ia memberikan ‘pelayanan prima’ kepada suaminya malam itu. Dahsyat!</p>
<p>Itulah Ummu Sulaim… Lalu, Ummu Sulaim mengajak suaminya ‘tidur’. Pada waktu menjelang fajar, Abu Thalhah bangun dan mandi. Ketika ia bersiap untuk pergi menuju masjid, Ummu Sulaim memberitahu bahwa anaknya telah meninggal. Lalu, Abu Thalhah berangkat menuju masjid untuk shalat shubuh bersama Rasulullah saw. Usai shalat shubuh berjamaah, Abu Thalhah memberitahu Rasulullah saw. apa yang telah terjadi pada anaknya dan bagaimana sikap Ummu Sulaim terhadapnya.</p>
<p>Mendengar informasi Abu Thalhah, Rasulullah bersabda, ‘Semoga Allah memberkahi kalian berdua pada malam di mana kalian tidur-bersama’. Doa Rasulullah tentu saja maqbul (dikabulkan Allah swt.). Tak lama kemudian, Ummu Sulaim hamil. Pada suatu malam, ia melahirkan bayi yang dikandungnya. Ummu Sulaim dan Anas membawa bayi itu ke hadapan Rasulullah. Lalu Anas berkata, ‘Wahai Rasulullah, Ummu Sulaim melahirkan anak kemarin malam’. Lalu Rasulullah mengambil beberapa buah kurma Ajwah. Beliau mengunyah-ngunyah kurma itu lalu memasukkannya ke mulut sang bayi. ‘Tolong sekalian beri nama, wahai Rasulullah’, kata Anas. Lalu Rasulullah berkata, ‘Aku namakan ia Abdullah’.</p>
<p>Selama berumahtangga, Abu Thalhah dan Ummu Sulaim dikaruniai 9 anak laki-laki. Lalu, apa yang istimewa dari anak-anak mereka? Yang istimewa adalah: semuanya hafal al-Quran! Subhanallah… Suatu hari, Anas mendengar Rasulullah berkata, ‘Di saat aku masuk surga, aku mendengar suara langkah kaki seperti langkah anak rusa. Ternyata, itu adalah langkahnya Ghumaysha’. Siapakah Ghumaysha yang dimaksud Rasulullah? Ghumaysha adalah Rumaysha, yang tidak lain adalah Ummu Sulaim. Dalam banyak keterangan, nama asli Ummu Sulaim kadang ditulis Rumaysha, kadang ditulis Ghumaysha.</p>
<p>Ummu Sulaim adalah wanita yang hatinya penuh cinta. Ia tunjukkan cintanya kepada Rasulullah dan Islam. Ia lakukan yang terbaik untuk sang suami, anak-anaknya, dan keluarganya. Pantaslah, kalau surga adalah bonus terbaik untuknya. Ternyata, Ummu Sulaim bukan sekedar janda. Ummu Sulaim adalah singa yang berhati lembut…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=208&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/11/16/janda-luar-biasa-dan-paling-mahal-maharnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adab Kepada Anak</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/adab-kepada-anak/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/adab-kepada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 00:17:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah & cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Nasehat bagi kita semua. Ajarkan hal berikut ini kepada anak-anak antum. Pertama, larangan mempersekutukan Allah. (QS Luqman: 13). * ajari anak agar tidak menyekutukan Allah. Kedua, berbuat baik kepada dua orang ibu-bapak. (QS Luqman: 14). *ajari anak-anak tentang kewajiban anak untuk taat kepada Kedua orangtua. Yaitu bahwa anak wajib taat pada orangtua selama itu tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=201&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nasehat bagi kita semua.</p>
<p>Ajarkan hal berikut ini kepada anak-anak antum.</p>
<p>Pertama, larangan mempersekutukan Allah. (QS Luqman: 13).<br />
* ajari anak agar tidak menyekutukan Allah.</p>
<p>Kedua, berbuat baik kepada dua orang ibu-bapak. (QS Luqman: 14).<br />
*ajari anak-anak tentang kewajiban anak untuk taat kepada Kedua orangtua. Yaitu bahwa anak wajib taat pada orangtua selama itu tidak melanggar perintah Allah.</p>
<p>Ketiga, sadar terhadap pengawasan Allah.(QS.Luqman: 16). *ajari anak-anak bahwa sungguh Allah maha mengetahui apa yang kita lakukan.</p>
<p>Keempat, mendirikan shalat, &#8216;amar makruf nahi mungkar, dan sabar dalam menghadapi persoalan. (QS.Luqman: 17). *ajari anak-anak shalat, ajari ilmu agama islam dengan baik agar anak bisa mengamalkan dan mendakwahkannya kepada ummat keseluruh alam, ajari tentang pentingnya sabar dalam menjalani kehidupan dan mencari pertolongan dengan sabar dan shalat.</p>
<p>Kelima, larangan sombong dan membanggakan diri (QS Luqman: 18).<br />
*ajari anak pentingnya rendah hati, dan sederhana dalam menjalani hidup, atau tidak berlebih-lebihan.</p>
<p>Dan keenam, bersikap sederhana dan bersuara rendah (tidak suka teriak2 atau lembut).(QS.Luqman: 19)<br />
*ajari anak-anak untuk tidak berlebih-lebihan, ajari agar anak tidak berpamer-pamer atas apa yg dia miliki dan dia mampu, ajari agar tidak bersikap boros pada harta, ajari anak-anak untuk bersikap lembut dan tidak suka berteriak-teriak, untuk mencegah anak bersifat kasar.</p>
<p>-Muhammad al islam-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=201&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/adab-kepada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalah Diri</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/risalah-diri/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/risalah-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 00:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah & cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[‎&#8221;Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kpd kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (tawakal) kepada-MU. QS. Al-A&#8217;raaf : 126. Dengan banyak bersabar lahirlah kewibawaan.dgn banyak bersyukur sempurnalah kenikmatan. Dgn banyak bersedekah bertambalah rezekinya, dgn banyak berzikir tenanglah hati.dan dgn bertaqwa akan menyelesaikan semua masalah. **************************************************************************** “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=199&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>‎&#8221;Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kpd kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (tawakal) kepada-MU. QS. Al-A&#8217;raaf : 126.<br />
Dengan banyak bersabar lahirlah kewibawaan.dgn banyak bersyukur sempurnalah kenikmatan. Dgn banyak bersedekah bertambalah rezekinya, dgn banyak berzikir tenanglah hati.dan dgn bertaqwa akan menyelesaikan semua masalah.</p>
<p>****************************************************************************</p>
<p>“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan,penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkanny,melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573)</p>
<p>*********************************************************************************</p>
<p>Sebuah perubahan baik dari diri kita, ada saat kita melakukan sesuatu untuk berubah lebih baik,</p>
<p>Penghalang yang kita hadapi saat dalam proses diri untuk lebih baik adalah hal yang akan mengajari kita arti sebuah kesabaran,</p>
<p>Dan dari semua perjalanan dalam proses itu insyaAllah akan menghasilkan kebahagiaan dan ketenangan untuk kita menjalani hidup, &#8230;<br />
Karena semua hanya butuh Do&#8217;a dan usaha kita yang sungguh-sungguh untuk berubah lebih baik,</p>
<p>Bila mau bahagia, maka Taatlah pada Allah dan Rasul-Nya, bersabarlah dalam ketaqwaan kepada Allah. karena hanya jalan ketaatan kepada Allah saja satu-satunya jalan kepada kebahagiaan, lakukan dan rasakan dan lihat sendiri.</p>
<p>Muhammad al islam</p>
<p>******************</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : Berfirman Allah Yang Maha Agung dan Luhur : “Sudah Kupersiapkan untuk hamba-Ku yang Shaleh/shalehah (orang baik yang taat pada Allah dan Rasul-Nya) apa yang tidak pernah mata melihatnya, tidak pernah telinga mendengarnya dan tidak bisa dibayangkan manusia (surga)”. (HR. Al Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibn Majah, Ad Darimi)</p>
<p>************************************************************************************************************</p>
<p>Allah &#8216;azza wa jalla berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu sekalian pada kebaikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan&#8230;.“(Qs.Al-Maidah : 3)</p>
<p>******************************</p>
<p>“Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur lagi membanggakan diri.”(Qs. Luqman : 18)</p>
<p>*******************************************************************************************************************</p>
<p><span id="more-199"></span></p>
<p>Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob -radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“</p>
<p>Imam Ahmad -rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu.<br />
Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah,sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam.<br />
Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“<br />
(ash sholah)</p>
<p>*************************************************************</p>
<p>&#8220;Dan Kami wajibkan manusia berbuat kebaikan kepada kedua orang tuanya.&#8221;(Qs. Al-ankabuut : 8)</p>
<p>&#8220;Maka sekali-kali janganlah kalian mengatakan keduanya perkataan &#8216;ah&#8217; dan janganlah kalian membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia, dan rendahkanlah diri kalian terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang.&#8221;(Qs. Al-israa : 23-24)</p>
<p>****************************************************************************************************************</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sabar adalah mahkota..</p>
<p>Kesetiaan adalah harga diri..<br />
Memberi adalah kenikmatan..<br />
Banyak bicara adalah omong kosong..<br />
Tergesa-gesa adalah kebodohan, dan kebodohan adalah aib..</p>
<p>Berlebih-lebihan (dalam berbicara) adalah sumber lahirnya kebohongan..<br />
Berteman dengan orang yang suka berbuat hina adalah kesalahan..<br />
Dan berteman dengan orang fasik adalah sumber prasangka buruk.<br />
(Ali bin Abi Thalib k.w)</p>
<p>*********************</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, beliau bersabda:<br />
&#8220;Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8216;Wahai anak Adam, berinfaklah kamu niscaya Aku akan memberikan ganti kepadamu.&#8217;&#8221;<br />
Beliau juga bersabda: &#8220;Pemberian Allah selalu melimpah.&#8221;<br />
Ibnu Numair berkata, &#8220;Suatu pemberian yang tidak pernah berkurang<br />
meskipun mengalir siang dan malam.&#8221;(HR.Muslim : 1658)</p>
<p>**************************************************</p>
<p>Segala sesuatu akan sulit<br />
buat orang-orang yang tak mau dan berusaha sungguh-sungguh,</p>
<p>Dan berhetilah mengatakan &#8216;sabar itu susah dilakukan&#8217; karena ucapan itu tak berguna namun justru membuat kita semakin berat untuk sabar, karena kita telah melemahkan diri sendiri dengan mengatakan &#8216;sabar itu susah, sabar itu berat&#8217; namun katakanlah &#8216;insyaAllah saya sabar, dan berusahalah tanpa kenal lelah, bismillah dan berjuanglah untuk jadi manusia penyabar,</p>
<p>Pada dasarnya sabar itu tidak susah apalagi berat, seperti mau kenyang tapi tak mau berusaha untuk makan,lalu bagaimana kenyang bisa didapatkan,semua tentu butuh mau dan usaha yang sungguh-sungguh,</p>
<p>Begitupun kesabaran akan sulit buat yang hanya punya &#8216;mau sabar&#8217; tapi tak berusaha sungguh-sungguh,<br />
Ada usaha ada hasil, tak ada usaha maka takkan ada hasil.</p>
<p>(Muhammad al islam)</p>
<p>**************************************************</p>
<p>arangsiapa berkeinginan untuk kebaikan namun belum melakukannya maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna untuknya,</p>
<p>dan barangsiapa berkeinginan untuk suatu kebaikan lalu melakukannya maka Allah mencatat untuknya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat hingga beberapa kali lipat</p>
<p>Dan jika dia berkeinginan untuk kejelekan namun dia tidak mengerjakannya, maka Allah akan mencatatnya sebagai kebaikan yang sempurna untuknya, namun jika dia mengamalkannya maka Allah mencatatnya sebagai satu dosanya&#8217;.&#8221;</p>
<p>(HR. Muslim : 131)</p>
<p>***********************************************************************</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=199&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/risalah-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Karena</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/bukan-karena/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/bukan-karena/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 00:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah & cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Bukan krn hari ini Indah,kita mnjadi Bahagia,tapi krn kita bahagia,maka hari ini mnjadi Indah.Bukan krn tdk ada Rintangan,kita mnjadi Optimis,tp krn kita Optimis,maka rintangan mnjadi tdk trasa.Bukan krn mudah,kita mnjadi yakin bisa,tp krn kita yakin bisa,maka semuany mnjadi mudah.Bukan krn semuany baik,kita mnjadi tsenyum,tp krn kta tsenyum,maka smuany mjadi baik.Mngucapkan Maaf &#38; Terimakasih,akan mnolong diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=197&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan krn hari ini Indah,kita mnjadi Bahagia,tapi krn kita bahagia,maka hari ini mnjadi Indah.Bukan krn tdk ada Rintangan,kita mnjadi Optimis,tp krn kita Optimis,maka rintangan mnjadi tdk trasa.Bukan krn mudah,kita mnjadi yakin bisa,tp krn kita yakin bisa,maka semuany mnjadi mudah.Bukan krn semuany baik,kita mnjadi tsenyum,tp krn kta tsenyum,maka smuany mjadi baik.Mngucapkan Maaf &amp; Terimakasih,akan mnolong diri kta blajar utk smakin Mengasihi &amp; Rendah Hati..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=197&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/bukan-karena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keledai Membaca Buku</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/keledai-membaca-buku/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/keledai-membaca-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 00:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah & cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Timur Lenk menghadiahi Nasrudin Hoja seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, &#8220;Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya!&#8221; Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=195&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Timur Lenk menghadiahi Nasrudin Hoja<br />
seekor keledai.<br />
Nasrudin menerimanya dengan senang hati.</p>
<p>Tetapi Timur Lenk berkata, &#8220;Ajari keledai itu<br />
membaca. Dalam dua minggu, datanglah<br />
kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya!&#8221;<br />
Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia<br />
kembali ke istana.</p>
<p>Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk<br />
ke sebuah buku besar.<br />
Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu,<br />
dan membuka sampulnya.</p>
<p>Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai<br />
membalik halamannya dengan lidahnya. Terus<br />
menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke<br />
halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap<br />
Nasrudin.</p>
<p>&#8220;Demikianlah,&#8221; kata Nasrudin,<br />
&#8220;Keledaiku sudah bisa membaca.&#8221;<br />
Timur Lenk mulai menginterogasi,<br />
&#8220;Bagaimana caramu mengajari dia membaca?&#8221;<br />
Nasrudin berkisah, &#8220;Sesampai di rumah, aku<br />
siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku,<br />
dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya.<br />
Keledai itu harus belajar membalik-balik halam<br />
untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia<br />
terlatih betul untuk membalik-balik halaman<br />
buku dengan benar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi,&#8221; tukas Timur Lenk tidak puas, &#8220;Bukankah<br />
ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?&#8221;<br />
Nasrudin menjawab, &#8220;Memang demikianlah<br />
cara keledai membaca, hanya membalik-balik<br />
halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita<br />
membuka-buka buku tanpa mengerti isinya,<br />
kita disebut setolol keledai, bukan?&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=195&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/19/keledai-membaca-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsekuensi Pilihan</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/03/konsekuensi-pilihan/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/03/konsekuensi-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 06:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah & cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Hidup selalu menawarkan pilihan&#8230;. Tersenyum atau marah.. Memaafkan atau membalas.. Mencintai atau membenci.. Bersyukur atau mengeluh.. Berharap atau putus asa.. Tidak ada pilihan yang tanpa konsekuensi..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=192&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup selalu menawarkan pilihan&#8230;.</p>
<p>Tersenyum atau marah..</p>
<p>Memaafkan atau membalas..</p>
<p>Mencintai atau membenci..</p>
<p>Bersyukur atau mengeluh..</p>
<p>Berharap atau putus asa..</p>
<p>Tidak ada pilihan yang tanpa konsekuensi..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=192&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/10/03/konsekuensi-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THIS TOO, WILL PASS</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/30/this-too-will-pass/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/30/this-too-will-pass/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 04:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah & cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, sang raja meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya. Raja berpesan, &#8220;Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman &#38; perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran untuk hidup saya&#8221;. Berbulan-bulan si tukang emas yang tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=190&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari, sang raja meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya.</p>
<p>Raja berpesan, &#8220;Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman &amp; perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran untuk hidup saya&#8221;.</p>
<p>Berbulan-bulan si tukang emas yang tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yang penting di cincin emas yang kecil itu.<br />
Akhirnya setelah berdoa &amp; berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang raja.<br />
Dan dengan tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya,<br />
&#8220;THIS TOO, WILL PASS&#8221; (&#8220;DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU&#8221;).</p>
<p>Awalnya sang raja tidak terlalu paham dengan apa yg tertulis di sana. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu &amp; ia pun menjadi lebih tenang, “Dan inipun akan berlalu.”</p>
<p>Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.</p>
<p>Betul!<br />
Ketika Anda lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu,<br />
&#8220;Dan inipun akan berlalu.&#8221;</p>
<p>Kalimat ini, kalau direnungkan dgn bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup.<br />
Tidak ada satupun yg langgeng. Jadi, ketika Anda punya masalah, tidaklah perlu terlalu bersedih.<br />
Tapi, tatkala Anda lagi senang, nikmatilah selagi anda bisa senang.</p>
<p>Ingatlah&#8230;.<br />
Apapun yang kita hadapi saat ini, semuanya akan berlalu. Semoga menjadi berkat untuk memberkati yang lain.</p>
<p>Jadilah orang yang:<br />
• tetap sejuk di tempat yang panas&#8230;<br />
• tetap manis di tempat yang begitu pahit&#8230;<br />
• tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar&#8230;<br />
• tetap tenang di tengah badai yang hebar&#8230;. DAN<br />
• tetap selalu MENGANDALKAN ALLAH dalam segala Perkara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=190&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/30/this-too-will-pass/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Zuhut</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/23/kunci-zuhut/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/23/kunci-zuhut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 07:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[* aku tahu rezeki ku tak mungkin diambil orang lain, karenanya hatiku tenang * aku tahu amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku untuk beramal * aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatkan aku  melakukan maksiat * aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa Rahibku<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=187&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>* aku tahu rezeki ku tak mungkin diambil orang lain, karenanya hatiku tenang<br />
* aku tahu amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku untuk beramal<br />
* aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatkan aku  melakukan maksiat<br />
* aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa Rahibku</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=187&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/23/kunci-zuhut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Untuk Ibuku</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/23/doa-untuk-ibuku/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/23/doa-untuk-ibuku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 07:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah & cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[ALLAHUMMA YAA ALLAH&#8230;. Jika ibu yang aku sayangi sedang tidur, jagalah tidurnya dan segarkanlah bangunnya Jika ibu yang kusayangi sedang beribadah, terimalah ibadahnya Jika ibu yang kusayangi sedang berdoa, kabulkanlah doanya Jika ibu yang kusayangi sedang terbelenggu kesulitan, bebaskanlah kesulitannya, dan ganti dengan segala kemudahan Jika ibu yang kusayangi sedang bersusah hati, gembirakanlah Jika ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=184&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ALLAHUMMA YAA ALLAH&#8230;.</p>
<p>Jika ibu yang aku sayangi sedang tidur, jagalah tidurnya dan segarkanlah bangunnya</p>
<p>Jika ibu yang kusayangi sedang beribadah, terimalah ibadahnya</p>
<p>Jika ibu yang kusayangi sedang berdoa, kabulkanlah doanya</p>
<p>Jika ibu yang kusayangi sedang terbelenggu kesulitan, bebaskanlah kesulitannya, dan ganti dengan segala kemudahan</p>
<p>Jika ibu yang kusayangi sedang bersusah hati, gembirakanlah</p>
<p>Jika ibu yang kusayangi sedang musafir, selamatkanlah</p>
<p>Jika ibu yang kusayangi sedang cemas, tentramkanlah hatinya</p>
<p>Jika ibu yang kusayangi sedang khilaf, sayangi dan ampunkanlah</p>
<p>Jika ibu yang kusyangi sedang lupa, ingatkanlah dan maafkanlah</p>
<p>Jika ibu yang kusayangi sedang lapang dan sejahtera, karunialah dia rasa bersyukur yang tak habis2nya.</p>
<p>I Love You and I Always Miss You Soo Much Mother &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Amin Yaa Robbal ‘Alamien</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=184&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/23/doa-untuk-ibuku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;SETELAH DIMILIKI, TAK LAGI INDAH&#8221;</title>
		<link>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/13/setelah-dimiliki-tak-lagi-indah/</link>
		<comments>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/13/setelah-dimiliki-tak-lagi-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 05:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lenteraara</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah & cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lenteraara.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai. Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung. Di musim kemarau merindukan​ musim hujan. Di musim hujan merindukan​ musim kemarau. Yang berambut hitam mengagumi yang pirang. Yang berambut pirang mengagumi yang hitam. Diam di rumah merindukan​ bepergian. Setelah bepergian merindukan​ rumah. Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya time [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=182&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.</p>
<p>Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.</p>
<p>Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.</p>
<p>Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.</p>
<p>Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.</p>
<p>Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.</p>
<p>Diam di rumah merindukan​ bepergian.</p>
<p>Setelah bepergian merindukan​ rumah.</p>
<p>Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur<br />
supaya punya time freedom&#8230;</p>
<p>Begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar gak pusing&#8230;</p>
<p>Waktu tenang mencari keramaian.</p>
<p>Waktu ramai mencari ketenangan​.</p>
<p>Saat masih bujangan, pengin punya suami ganteng/is​tri cantik.</p>
<p>Begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.​.</p>
<p>Punya anak satu mendambaka​n banyak anak.</p>
<p>Punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja.</p>
<p>Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.<br />
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.</p>
<p>Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki ?</p>
<p>&#8220;Jadilah pribadi yang selalu bersyukur.​.</p>
<p>Bersyukurl​ah senantiasa​ dengan berkah Yαng sudah kita miliki&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimana​ mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?</p>
<p>Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.</p>
<p>Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutupla​h bumi!&#8221;<br />
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.<br />
Bumi ini pun akan tampak buruk.</p>
<p>Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil.</p>
<p>Jgn menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/nega​tif!</p>
<p>Bila hati kita tertutup, tertutupla​h semua ..</p>
<p>Syukuri apa yg ada, karna hidup adalah anugerah bagi jiwa jiwa yg ikhlas..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lenteraara.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lenteraara.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lenteraara.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lenteraara.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lenteraara.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lenteraara.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lenteraara.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lenteraara.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lenteraara.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lenteraara.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lenteraara.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lenteraara.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lenteraara.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lenteraara.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lenteraara.wordpress.com&amp;blog=829560&amp;post=182&amp;subd=lenteraara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lenteraara.wordpress.com/2011/09/13/setelah-dimiliki-tak-lagi-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a5e1bff56e1a5a7f91eb9602b8dbfb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lenteraara</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
