Lentera ARA

Keluarga Kecil yang Penuh dengan Kebahagian dan Berkah

Doa July 11, 2007

Filed under: Puisi-puisi — lenteraara @ 03:34

Doa berawal dari hati yang gelisah,
Dengarkanlah gejolaknya

Doa adalah suatu kerinduan terhadap rumah kita yang sebenarnya,
Ikutilah bimbingannya

Doa itu seperti kebun,
Peliharalah maka doa akan berbuah

Doa bisa dilakukan dengan berbagai cara,
Lakukanlah sesuai dengan cara Anda

Berdoalah selalu, tapi jadwalkan juga waktu khusus.
Roh, seperti halnya badan, membutuhkan latihan-latihan teratur

Buatlah doa Anda pendek,
Cinta membutuhkan sedikit kata-kata

Berdoalah di mana saja Anda berada,
Tuhan ada di mana-mana

Jika Anda menginginkan sesuatu, bertanyalah padadiri Anda sendiri,
“Apakah saya menginginkan hal yang dikehendaki Tuhan?”
Tuhan menghendaki kebaikan sejati Anda

Bila doa Anda menjadi kering dan rutin,
teruskan saja, Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan

Bawalah kemarahan Anda dalam doa,
Logam yang panas bisa dibentuk

Bila Anda berdosa dan terus menerus jatuh,
berdoalah, Tuhan tetap mencintai Anda

Berdoalah bila Anda cemas,
Doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan
dipertimbangkan secara sehat

Bila karena sesuatu hal Anda tidak bisa berdoa,
bersantailah, Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa

Bila doa mengajak Anda untuk mengambil resiko,
beranilah, Tuhan akan mendukung Anda

Bila Anda merasa sedih atau menyesal,
menangislah, Air mata adalah doa dari hati

Bila Anda menerima kabar buruk, tegarlah,
Doa memberi cahaya

Bila penyakit, usia, kepedihan, atau kecemasan merusak konsentrasi Anda,
bersantailah, Tuhan adalah seorang sahabat yang penuh pengertian

Jika doa membuat Anda jadi pasif dan acuh tak acuh,
itu bukanlah doa,
Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan

Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa,
Ketenangan menarik Anda kepada Sang Maha Besar

Gunakanlah saat-saat ribut untuk berdoa,
Kegaduhan adalah hiruk-pikuk ciptaan yang mencari Tuhan

Berdoalah bila Anda merasa kesepian,
Doa membuat Anda ditemani oleh para malaikat

Bila hidup ini terasa kejam dan tak adil,
berdoalah terus, Tuhan adalah karnanya, bukan penyebabnya

Cakuplah seluruh dunia dalam doa Anda.
Perdamaian tergantung padanya

Berdoalah dalam tidurmu.
Tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari cinta Tuhan

Berdoa adalah bernafas,
Lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi dengan kehidupan

Bila Anda mulai merasa maju dalam kehidupan doa,
pikirkan sekali lagi,
Kehidupan Tuhan itu lebih dalam dari pada perasaan dan pengalaman Anda

(dari: daffaliem.blogspirit.com)

 

2 Responses to “Doa”

  1. ibu erry Says:

    saya suka sekali puisi ini. Saya meng-copy-nya, membacanya berulang-ulang, dan menyimpannya untuk direnungi. Terima kasih keluarga ara, telah membuat puisi yg begitu menyentuh. Semoga rahmat Allah bersama keluarga anda. Amin.

  2. lenteraara Says:

    Amin….
    terima kasih ibu, doa adalah lentera dalam kehidupan keluarga kami.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s