Lentera ARA

Keluarga Kecil yang Penuh dengan Kebahagian dan Berkah

Paradigma August 29, 2007

Filed under: kisah & cerita — lenteraara @ 07:36

 pic-hidup-itu-indah.gif

Kalau mata kita mengikuti gerakan putaran bulatan warna pink, hanya akan
terlihat satu warna, pink.

Kalau pandangan mata ke tanda “+” hitam di
tengah, maka bulatan yang berputar berubah warnanya ke hijau…

Sekarang, konsentrasi ke tanda “+” hitam di tengah-tengah gambar.
Dalam waktu yang singkat, perlahan-lahan bulatan pink akan menghilang,
dan hanya akan terlihat satu bulatan hijau yang berputar.

Sangat mengagumkan cara otak kita bekerja.
Sebenarnya tidak ada bulatan hijau, dan bulatan pink sebenarnya juga tidak menghilang.
Rasanya cukup membuktikan bahwa;

kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir kita melihatnya
 –> dengan kata lain, kita “melihat” bukan apa adanya, tapi “sebagaimana kita melihat”
sesuatu…
(Embedded image moved to file: pic24318.gif)

Kadang kita merasa menghadapi suatu masalah yang “sangat sulit” atau
“sangat berat” (baik di tempat kerja, di keluarga, di lingkungan
masyarakat,maupun masalah pribadi diri sendiri), bahkan kadang bisa
terlintas di benak kita, kenapa demikian berat beban masalah/cobaan yang
kita terima ? (padahal kalau kita menerima anugrah/hadiah/ kenikmaran yang
demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakan nya, kenapa kok saya yang
menerima). Dan kadang kita lupa dgn doa : berilah beban yang aku sanggup
memikul nya….

Berat – ringan, kecil – besar, masalah – bukan masalah, sedih-gembira,
hukuman-pahala, derita/nestapa- bahagia.. .dst. bukankah hanya cara pandang
kita tentang “sesuatu” ?

Perihal, peristiwa, kejadian tetap sama, namun dengan sudut pandang yang
berbeda (kita coba geser cara pandang) dan me-makna-i nya dengan cara yang
berbeda, maka hasil nya juga akan berbeda. Semua hanya ada di benak kita
sendiri !

Otak kita lah yang membuatnya berbeda ! Peristiwa bisa sama, namun kalau
kita memaknai/memandang nya sebagai hal yang positif, bermanfaat, mengambil
pelajaran, maka hasil nya akan demikian. Dan tentu sebaliknya.. .

Terlampir meneruskan kiriman dari seorang rekan yang membuktikan bahwa
“cara kerja” otak kita ternyata “melihat” sesuatu bukan apa ada- nya, tapi
sebagaimana kita melihat nya. Teringat salah satu ungkapan dari seorang
sahabat (dalam bahasa Jawa) :”Sing ora ono iku sejatinya ono, sing ono iku
sejati-ne dudu
…” (yang tidak ada/nampak itu sejatinya ada, yang
ada/tampak itu sejatinya bukan…)”.

Sekedar renungan untuk kehidupan… .
Semoga ada manfaatnya —–

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s