Lentera ARA

Keluarga Kecil yang Penuh dengan Kebahagian dan Berkah

Aisyah Operasi Usus Buntu October 13, 2008

Filed under: Aisyah Bilqis Humairah Aldrin — lenteraara @ 04:25

Sabtu 09 Februari 2008, waktu di jam dinding baru menunjukkan pukul 04.00, tapi Aisyah sepertinya tidurnya gelisah banget, selalu senggol-senggol bunda. Lalu bunda bertanya “ada apa Aisyah? “ “perutku sakit bunda” keluh Aisyah sambil memegang perutnya. Bunda coba untuk melumuri perutnya dengan minyak telon, ternyata tidak membantu, Aisyah masih terus berguling2 sambil mengeluh sakit diperutnya. Bunda coba kompres dengan air hangat di botol juga ternyata tidak membantu meringankan keluhan di perut Aisyah. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 … bunda dan ayah mulai panik, ada apa nih dengan buah hati tersayang? Eyang Uti yang kebetulan sedang menginap di rumah ikutan bingung, apa lagi setelah semua saran beliau tidak membantu. Akhirnya pukul 05.30 bunda telephone ke dr. Huda, dan menyarankan untuk segera ke rumah sakit saja.

Lalu pukul 05.30 kami segera kerumah sakit RSIA Hermina dengan meminjam mobil Pak Akbar dan langsung membawa Aisyah ke UGD dan mendaftar untuk ke dr Huda karena kebetulan hari Sabtu ada jadwal praktek pagi jam 08. Oleh dokter di UGD setelah pemeriksaan Aisyah di minta untuk periksa darah dan urine. Dari hasil laboratorium dr Huda menduga ada masalah di usus buntu (appendiks) Aisyah, dan dr Huda menyuruh Aisyah untuk di rawat serta mengkonsulkan ke dr bedah anak dan menginstruksikan untuk dilakukan USG. USG dilakukan di rumah sakit Brawijaya karena di Hermina baru bisa dilakukan malam hari. Hasil USG dicurigai adanya appendix kronis.

Dr. Catur dokter bedah anak datang memeriksa Aisyah malamnya dan meminta dilakukan appendixcogram untuk memastikan kondisi appendix Aisyah, malamnya Aisyah minum larutan barium, dimana pada saat difoto besok harinya bila ada masalah dengan appendix-nya maka hasil fotonya tidak akan terlihat dengan baik usus buntunya. Dan ternyata dari hasilnya dr. Catur menyatakan kalo appendix Aisyah kronis dan disarankan untuk dioperasi segera. Akhirnya ayah dan bunda memutuskan untuk melakukan operasi appendix Aisyah, mengingat Aisyah anaknya tidak bisa diam (banyak aktifitas) khawatir appendix-nya akan menjadi akut akan jauh lebih berbahaya dan beresiko.

Lalu dijadwalkan oleh dr. Catur untuk melakukan tindakan operasi esok harinya (11 Februari 2008) pukul 16.00. Aisyah disuruh puasa sejak jam 8 pagi. Cukup repot juga menjaga agar Aisyah tetap berpuasa. Jam 15.00 Aisyah sudah dibawa keruang observasi/ruang persiapan untuk operasi. Infus dipasang setelah Aisyah dibius. Untuk kedua kalinya bunda melihat Aisyah dibius, pada saat melihat Aisyah sudah tidak sadar ada rasa sedih didalam hati bunda dan meninggalkan Aisyah di ruang operasi …… Bunda hanya bisa berdoa semoga Allah memperlancar semuanya dan memberikan kebaikan buat Aisyah.

Selang 1 jam bunda melihat Aisyah di dorong keluar dari kamar operasi, dan Aisyah mengamuk berat karena mulai merasakan sakit operasi setelah biusnya hilang. Cukup repot ayah dan bunda menenangkannya, Aisyah berguling kekanan dan kekiri, hendak mencabut infusnya dan berteriak minta pulang … Ya Allah sedihnya melihat kondisi Aisyah saat itu, karena bunda pernah juga operasi usus buntu jadi bisa merasakan sakitnya. dr. Catur memperlihatkan usus buntu Aisyah yang ternyata sudah cukup besar membengkaknya, syukur ayah dan bunda cepat memutukan untuk dilakukan tindakan operasi, karena ternyata resikonya cukup besar bila ditunda.

Setelah tenang Aisyah diantar ke kamar dan beristirahat beberapa jam setelah akhirnya sadar. Baru bisa makan besok siangnya setelah bising ususnya terdengar yang menandakan kalo sudah ada pergerakan usus dalam perut dan tidak lama akhirnya terdengar bunyi kentut.

Besok pagi Aisyah mulai belajar berjalan kekamar mandi untuk pipis, dan akhirnya bisa berjalan dengan perlahan. Dasar Aisyah nggak bisa diam siang itu dia sudah berjalan keliling kamar dengan menggeret2 tiang infusnya. Guru2 Aisyah yang menengok terkejut melihat Aisyah sudah keliaran di kamar setelah operasi kemarin. Akhirnya besok sorenya Aisyah sudah diijinkan pulang.

Dirumah Aisyah sudah rebut ingin bermain sepeda padahal kata dr. Catur main sepeda baru boleh setelah 1bulan … untung Aisyah bisa diajak mengerti …

 

4 Responses to “Aisyah Operasi Usus Buntu”

  1. Waktu tulisan ini dibuat, si kecil adik aisyah udh lahir bun??
    Dr td ga nemu crt si kecil Bun, pdhl mnrt perkiraan kan lahir 28 Agustus 2008.

    Salam kenal ya sesama orang Depok😀

    • lenteraara Says:

      salam kenal bunda pacific, baru sempat buka2 blogger lagi .. sikecil KARIM pria yg lucu, lahir 6 Agustus 2008, belum sempat dibuat ceritanya bunda, padahal udah banyak yg mau diceritain, dari kelahirannya yg cukup menegangkan hingga polahnya yg menggemaskan…

  2. lucky Says:

    terimakasih telah sharing pengalaman. Anak saya nati jam 8 malam juga operasi usus buntu.

  3. vivid ramayanti bakhri Says:

    Lewat ini, saya juga ingin mengucapkan terimakasih yang sangat besar kepada Dr Catur Specialis Bedah Anak.. Beliau sangat tenang dan dr situ lah kami skeluarga pun menjadi ikut tenang,, sekarang Azzura sehat, dan tidak άϑά lg hemangioma Ƴαπğ meradang d kepala nya. Terimakasih Dokter Catur.. Semoga dokter semakin sukses


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s