Lentera ARA

Keluarga Kecil yang Penuh dengan Kebahagian dan Berkah

Keledai Membaca Buku October 19, 2011

Filed under: kisah & cerita,Uncategorized — lenteraara @ 00:04

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin Hoja
seekor keledai.
Nasrudin menerimanya dengan senang hati.

Tetapi Timur Lenk berkata, “Ajari keledai itu
membaca. Dalam dua minggu, datanglah
kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya!”
Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia
kembali ke istana.

Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk
ke sebuah buku besar.
Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu,
dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai
membalik halamannya dengan lidahnya. Terus
menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke
halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap
Nasrudin.

“Demikianlah,” kata Nasrudin,
“Keledaiku sudah bisa membaca.”
Timur Lenk mulai menginterogasi,
“Bagaimana caramu mengajari dia membaca?”
Nasrudin berkisah, “Sesampai di rumah, aku
siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku,
dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya.
Keledai itu harus belajar membalik-balik halam
untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia
terlatih betul untuk membalik-balik halaman
buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah
ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”
Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah
cara keledai membaca, hanya membalik-balik
halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita
membuka-buka buku tanpa mengerti isinya,
kita disebut setolol keledai, bukan?”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s